Bagaimana caranya bila setiap yang kamu fikirkan terus menjadi alasan bagimu untuk tidak mengerti. Dan tulisan ini saat kamu baca adalah alat tanpa tujuan yang mana hanya singkronasi otak dan jari bukan hati. Bicara soal kemanusiaan, jalanan, olahraga, melampaui batas dan keinginan. Hal hal bodoh yang selalu dilakukan, semua hanya akan pergi ke entah berantah.
Dimana tak semua pun diketahui makna dari perjalanan. Manusia bercengkrama soal pilihan dan keikutsertaan hati atas segala rutinitas. Seolah olah semua akan berdecak kagum atas semua harapan dan pengharapan. Seolah olah penambahan ejaan dan retorika akan menjadi hebat ditelinga. Banyak kepribadian yang akan muncul dan sikap atas pemaksaan alam.
Menuntut layaknya jaksa dalam pengadilan tanpa kompromi. Terbentuk seperti dalam cetakan yang berjejer. Dan kamu tau semua akan terjual diatas meja. Harga relatif tak jadi masalah ketika otak sehat atas materi. Jika kembali pada ketidaktahuan dan menerka nerka sepertinya tak mampu memecahkan misteri atas jawaban. Lapang bila semua telah dicurahkan dalam lembaran kertas seakan akan setiap penat telah merambat melalui jari dan berpindah ke orbit yang berbeda. Konyolnya pikiran tak pernah diam meskipun bukan dalam orbitnya.
Dan bicara soal cinta ? masih jauh rupanya berjarak dari jari manis.
30/08/2018
Komentar
Posting Komentar